Rabu, 28 Oktober 2009

Suksesi PILKEOS, MADQ Gelar Debat Kandidat Ketua Osis



Senin, 10 Agustus 2009, Madrasah Aliyah Darul Quran, menggelar acara debat Kandidat Ketua Osis. Acara yang berlangsung di halaman madrasah itu dilaksanakan usai APEL PAGI. “Kegiatan ini dilakukan mengingat masa jabatan Ketua Osis periode 2008-2009 sudah berkahir. Di samping itu, dalam kegiatan ini siswa diharapkan bisa mengambil pelajaran setidaknya mereka bisa belajar demokrasi.” Sementara rencana Pemilihan Ketua Osis (PILKEOS) akan digelar pada Hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2009 setelah IMTAQ.
Masing-masing kandidat menyampaikan visi dan misi mereka. Abdussalam (Kandidat No. 1) mempunyai visi “Mandiri, Kreatif, dan Berbudaya”. bahwa kedepan siswa MA. Darul Quran harus patuh terhadap tata tertib sekolah, disiplin yang tinggi, dan kreatif serta berbudaya. Tak jauh beda dengan kandidat No. 2, M. Hamdani dalam visinya mengatakan; melanjutkan apa yang menjadi visi MA. Darul Quran, yakni : “Terampil, Berprestasi, Beriman, dan Islami”. Tak ketinggalan Kandidat No. 3, Mahnan yang merupakan perwakilan dari kelas X, memiliki visi yang disingkat dengan 5 K (Kebersihan, Kerapian, Ketertiban, Kedisiplinan, dan Keindahan), juga dalam programnya nanti akan membudayakan diskusi agama dikalangan siswa. Terakhir kandidat No. 4 Zulfan Wajdi, ia hanya menyampaikan dan mengajak para siswa menjadi insan yang berilmu, berakhlak, dan menjadi manusia yang lebih baik.

OSIS MA. DARUL QURAN GELAR BAZAR,PAMERAN, DAN CEK KESEHATAN GRATIS





Dalam menyambut bulan suci Ramadhan mengadakan berbagai kegiatan yang bernuansa religius, diantaranya ada yang mengadakan pesantren kilat, tadarrus bersama dan sebagainya. Lain halnya dengan MA. Darul Quran begitu memasuki bulan suci Ramadhan sudah melakukan berbagai kegiatan diantaranya setiap pagi sebelum proses belajar mengajar dimulai para siswa diajak melakukan shalat dhuha’, istighotsah dan sedikit mendapat siraman rohani serta diakhiri dengan tadarrus.
OSIS MA. Darul Quran dan jajaran pengurus lainnya bekerjasama dengan KKN/PPL Terpadu IKIP Mataram sebagai fasilitator menggelar sebuah kegiatan sosial religius yaitu “Bazar, Pameran, dan Cek Kesehatan Gratis” dengan mengambil tema “Bersama Kita Peduli Kaum Dhuafa”. Kegiatan ini digelar mulai tanggal 11 - 13 September 2009”.
Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud pengabdian MA. Darul Qur’an kepada masyarakat utamanya kaum Dhuafa. Bazar contohnya; beras dijual seharga Rp. 3000/Kg disalurkan 200 Kg, gula Rp. 7500/Kg disalurkan 100 Kg, dan minyak tanah Rp. 2000/Liter disalurkan 209 Liter. Sedangkan pelayanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat, bekerjasama dengan Puskesmas Pembantu setempat.
Kegiatan ini bertujuan sebagai wujud pengabdian kami kepada MA. Darul Quran untuk memberikan pelayanan kepada siswa, guru, serta masyarakat sekitar untuk terus mendukung kami dalam berbuat positif. Program ini juga melibatkan seluruh masyarakat untuk melihat kreatifitas dari siswa-siswi.”

Senin, 26 Oktober 2009

KHUTBAH IDUL ADHA

KETELADANAN DAN KETEGUHAN NABIYULLAH IBRAHIM As.

اللهُ أكْبَرُ × 9 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.

لْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَلَهُ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْهِ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَهُ وَنَخْشَى عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَهُ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ. أَشْهَدُ ألاَّ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى سيدنا محمد وَعَلىَ آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ.

أما بعد، أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُورُ


Hadirin sidang sholat Idul Adha yang dimuliakan Allah
Pada pagi yang berbahagia ini, kita kembali diingatkan oleh Allah untuk meneladani perjuangan dan ketabahan nabi Ibrahim telah diabadikan dalam Al-Qur’an yang akan dibaca kaum muslimin hingga hari kiamat. Sejarah rasul yang berjuluk kekasih Allah (Kholilullah) ini , ditulis dengan tinta emas di dalam buku-buku sejarah. Sikap tabah dan teguhnya dalam menjalankan perintah Allah, telah menjadikan nabi Ibrahim sebagai panutan umat sepanjang zaman.
Pernyataan adanya keteladanan Nabiyullah Ibrahim ini diabadikan oleh Allah dalam firman-Nya,
قَدْ كَانَ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةُ فِيْ إبْرَاهِيْمِ وِالِّذِيْنَ مَعَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan-nya “ (QS. Al-Mumtahanah : 4)
Sementara, tentang keharuman namanya sepanjang zaman, pun Allah telah menuturkan dalam firman-Nya,
وَتَرَكْنَا عَليَْهِ فِيْ الأَخَرِيْنَ

Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. “ (QS. As-Shofat : 108)
Dalam dua ayat ini, sangat jelas bahwa, ternyata Allah sedemikian memuliakan Nabi Ibrahim. Sehingga BEliaulah yang menjadi bapak para Nabi. Lalu mengapakah Allah demikian memuliakannya? Apakah karena keturunannya, ataukah karena hartanya, atau kan karena kekuatannya, keperkasaannya? Ah, ternyata bukan. Rupanya Ibrahim dikenang hingga akhir zaman karena keteguhannya memegang amanah Allah, dan kerelaannya mengorbankan segala miliknya demi Allah SWT.
Hadirin jamaah Idul Adha Rahimakumullah
Sejarah hidup Nabi Ibrahim adalah sejarah manusia yang sukses dalam menjalani hidup, meski ia berangkat dari nol. Sukses berdakwah dalam kondisi sulit dan sukses menjaga amanah ketika telah mulai memanen hasil jerih keringat dakwahnya.
Ia memulai Dakwah sebagai seseorang yang harus berhadapan dengan penguasa yang dzalim dan kuat. Harus melewati hukuman yang berat dan ak memungkinkannya selamat, kecuali atas izin Allah, SWT.
Setia menjaga isterinya yang sedang mengandung keturunannya, menemaninya hingga ke sebuah tempat yang sangat jauh dari daerahnya semula. Menjalani kehidupan dengan normal dan tetap menyerukan ayat-ayat Allah dengan bijaksana, agar umatnya tak kembali lagi ke jalan yang tak di ridhoi Allah.
Akan tetapi saudara-saudara sekalian, bagi Nabi Ibrahim, cobaan yang demikian rupanya belumlah seberapa………… ternyata, cobaan terberatnya adalah ketika ia harus merelakan putera tercintanya, Ismail, untuk dikorbankan, kepada Allah dengan cara disembelih. Putera yang beberapa waktu setelah kelahirannya segera ditinggalkan untuk memenuhi seruan Allah SWT. Kerelaan Nabiyullah Ibrahim untuk menyembelih puteranya inilah yang terus kita peringati hingga sekarang sebagai Idul Adha.
Hadirin Jamaah Idul Adha yang Dirahmati Allah
Dalam konteks kekinian, pengorbanan Nabi Ibrahim tersebut harus tetap kita apresiasikan. Baik dalam bentuk ubudiyah mahdohnya dengan menjalankan haji bagi yang mampu serta berkurban hewan ternak bagi umat Islam yang memiliki cukup kelebihan harta untuk melaksanakannya.
Namun demikian, kita juga harus senantiasa menginterpretasikan keteguhan ketaatan dan katabahan dalam kisah nabi Ibrahim tersebut zaman kita hidup saat ini. Ketabahan Ibrahim untuk merelakan puteranya dapat kita wujudkan dalam kerelaan kita untuk berbagi kebahagiaan dengan para tetangga, lingingkungan dan saudara-saudara umat Islam lainnya di manapun mereka berada. Sebagaimana pula mereka yang berhaji, juga memiliki kegiatan penyembelihan hewan kurban.
Dari sini menjadi jelas bahwa, syariat Allah yang telah dilaksanakan sejak zaman nabi Ibrahim ini memiliki manfaat yang sedemikian luas hingga ke seluruh penjuru jagad. Baik manfaat secara ekonomi, sosial maupun kebudayaan.
Mereka yang berhaji di tanah suci terlibat secara universal dengan umat Islam di seluruh dunia, bahkan dengan umat-umat non Muslim sekali pun. Mereka yang dikaruniai kesempatan berhaji merupakan duta umat Islam dari seluruh pelosok dunia. Mereka menunjukkan kepada umat lain, akan persatuan dan persaudaraan umat Islam

Sementara bagi umat Islam yang sedang tidak berkesempatan menunaikan ibadah haji pada tahun ini, juga tetap memiliki pesan persaudaraan yang harus ditunaikan. Yakni berbagi kebahagiaan dengan mereka yang hidup dalam kekurangan.
Allah SWT berfirman,
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
“Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya.” (Al-Hajj: 37)
Pesan rohani dalam ayat ini adalah agar kita ikut aktif dan bertanggungjawab untuk menciptakan suasana persaudaraan dan hidup penuh cinta kasih terhadap sesama.
Hadirin Jamaah Idul Adha Rahimakumullah
Kecintaan dan ketaatan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Imam Al-Baidhawi berkata, "Cinta adalah keinginan untuk taat", sementara, al-Zujaj berkata, "Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-nya adalah mentaati keduanya dan ridha kepada semua perintah Allah dan ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya."
Artinya, kecintaan dan ketaatan kepada Allah tidak mungkin diwujudkan tanpa pengorbanan. Jadi, tak ada cinta tanpa ketaatan, dan tak ada ketaatan tanpa pengorbanan. Demikianlah pesan teragung dalam kisah perintah Penyembelihan Ismail, sang putera Ibrahim AS.
Maka, jika kita mengaku mencintai Allah dan Rasulullah serta mengikuti ajaran-ajaran Islam, maka tentu kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan Idul Adha ini hanya untuk bersenang-senang seorang diri saja. Karena Allah memerintahkan hambanya untuk dapat berbagi karunia dan kesyukuran pada hari yang berbahagia ini. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Para nabi dan para ulama hingga saat ini.
Semoga pada hari yang berbahagia ini kita dapat bersama-sama menikmati karunia Allah dengan penuh suka cita dan rasa kasih sayang untuk mensyukuri nikmat Allah bersama-sama. Semoga pra tetangga kita dapat turt menikmati kebahagiaan kita sebagaimana kita juga dapat turut menikmati kebahagiaan mereka dalam jalan yang diridhoi Allah SWT.
semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa kita dan melimpahkan seluruh kasih sayangnya kepada kita sekalian, sehingga tercukupi segala hajat kita. agar dapat mengabdi dan beribadah kepada Allah dengan lebih sempurna. Amin Allahumma Amin
أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Sumber : On Line (www.nu.or.id)

PIDATO BAHASA ARAB

الخطبة باللغة العربية
" الحكمة من المصيبة "
يقرئها الطالب اللغة من المدرسة العالية
فى برنامج المحاضرة فى مدرسة العالية بدارالقرآن بعكل كل يوم الجمعة
• المحترمون رئيس المدرسة العلية
• المحترمون رئيس المحاضرة
• المحترمون ايها الخطباء والمستمعون الكرام
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله الذى حلل التوحيد وحرم الشرك ويريد من عباده موحدين ولم يرضى من عباده المشركين. والصلاةوالسلام على خير النبي المصطفى الداعى إلى الناس ليعبدوه وحده ويتبذون الشرك والضلال.
ايهاالإخوةالكراوالأساتذةالمحبوبون
في السنوات الأخيرة ، كثيرة من المصيبة التي ضربت فى بلادنا. من وطأة كارثة تسونامي ، لهجوم من الرياح والفيضانات وانهيار الأراضي ، حتى وقوع الزلزال ، وانهيار للاحتفاظ بالمياه
مثل الغضب الطبيعة مع الجشع البشري بشراهة استغلال غير توقف. على الأقل ، من بعض هذه الأحداث التي يمكن أن نتخذها درسا الكوارث دائما لماذا يحدث لنا. ربما لأننا سنجد العديد من الآراء لماذا حدث ذلك. الجيولوجي ، ربمايمكن أن يقول "هذا مجرد العادية الطبيعية. " ربما سيكون علامة من الدورآخرالزمان" هذه الاحداث هي تغيير علامة من علامات العصر." ولكن هذا هو الرأي ، وغرامة ، وإذا كنا نعتقد ، ولكن ليس يجب علينا أن تقي.
ايهاالإخوةالكراوالأساتذةالمحبوبون
على الرغم من كل السلوك البشري ، والرعاية ، وفقا للقرآن ،هذه الكوارث ، كارثة هو الحكم الذي تم وصفه من قبل الله والشروط التي وضعها الله سبحانه وتعالى. قال الله تعالى سورة التوبة ٥١:
قُلْ لَنْ يُصِيْبَنَا إلاَّ مَا كَتَبَ اللهُ لَنَا هُوَ مَوْلاَنَا وَعَلَى اللهِ فَاْليَتَوَكَّلِ اْلمُؤْمِنُوْنَ
في هذه الآية ، يؤكد الله عزوجل أن كل ذلك يحدث في كل حال الله المبين. فى عون الله نصرنا.
ثم لماذا الله تصيب الكوارث على شعبه؟ والذين يعتقدون في العبادة الحقيقية للمذهب والحق؟ ولماذا ليس للكافرين يصيبون الكوارث؟ اماجوابه هو ، لأن وراء كل مصير ، يجب أن يكون هناك معنا خفيا. بما في ذلك في بعض الكوارث التي ضربنا. ولإخواننا الذين عانوا ولكن لا يزال على قيد الحياة على الأقل أن تكون قادرة ان يأخذ الحكمة من ما حدث لهم.
ايهاالإخوةالكراوالأساتذةالمحبوبون
اولئك الذين نجوا من الكارثة هم الذين محظوظة لأنها لا تزال لديها فرصة في نبهت من قبل الله. أولئك الذين التأهل تعطى الفرصة من قبل الله من أجل تحسين نوعية من الايمان ، والايمان والحياة. ما زالت لديهم الوقت ليطلب المغفرة من الله لجميع الاخطاء وافعلوا الخيرات لبقية حياته ليسلب الخطايا.
الكارثة أصبح اللوم لأولئك الذين نجوا ، وكذلك بالنسبة لأولئك الذين يعيشون بعيدا عن الساحة. والذين ليسوا من المتضررين من الكوارث ، ومحاكمة من آثار الكوارث. تلك القاوند يجب أن تساعد بالضجر. أولئك الذين يعيشون مسؤولا عن جثة المتوفى. أولئك الذين لا يزال لديهم الكثير من الممتلكات ، ويجب توفير الغذاء والملبس والمساعدة مع جميع قدراته لأولئك الذين فقدوا كل شيء. إطعام الجياع ، والملبس للعراة وأولئك الذين يقدمون لهم مكانا للعيش. كما قال رسول الله ص- م :
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ
الكارثة هي التحذير من الله على المؤمنين ، لكننا غالبا ما تفشل لتشغيل الأمر. هذاالتحذير كان غالبا ما ينظر إليها من خلال العديد من الأحداث التي كثيرا ما تعاني فى بلادنا. ولكننا لم تكن دائما ان نقادر على تحسين والمواقف والأعمال. وبعض من المؤسف أن هذا حدث هو نتيجة لأفعالناوالشعبية.
ايهاالإخوةالكراوالأساتذةالمحبوبون
إذا كانت طبيعة بلدنا مكسورة ، من الذي يفسدها؟ طبعا نحن نملك هو نفسدها. ليس بشعوبية الآخر ، لأن شعوبية الآخرلا يمكن أن يفسد بلدنا من منطقتنا إلا سنستأذن لهم.
قال الله تعالى سورة الروم ٤١:
ظَهَرَ الفَسَادُ فِيْ الُبَرِّ وَاْلبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ اَّلذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
وأما لنا جميعا ، سلسلة من المصائب التي قد تحدث ينبغي أن تكون تذكرة بأن الكوارث يمكن أن يحدث لدينا مكان ، إن شاء الله. لأننا يجب أن نصلي دائما ، أن يتقرب إلى الله ، وأطلب الصفح قد تضفي دائما والغفران لنا جميعا مخالصا.
وإذا، فإن الله يعطي تحذيرا لنا جميعا لنعود الى الطريق الصحيح. الإنسان الإجراءات التي تم الكثير من الضرر الذي يلحق بالبيئة. البشر جشعون ، ودائما تدمير الطبيعة والأسباب كثيرة من الأضرار البيئية. تحذير من الله في شكل كوارث يدل على أن الله لا يزال يحب عبيده ورغبتهم في العودة الى الطريق الله.
لأنه ، ان تدمير الطبيعة هو دائما يتسبب في خسارة للشعب من حوله ، لا سيما الصغار. لذا ، الذي هو أقوى لحماية الضعفاء. الذي لديه الوقت لمساعدة الذين هم في ضائقة ، والذين نجوا من ان تكون على استعداد لمساعدة المتضررين من الكارثة الأشقاء.
ينبغي لنا أن نخاف اذا لم يساعد ، عندما نستطيع ، يجب علينا أن نخجل على الله اذا لم نساعد الأقارب الذين هم المشكلة ، ونحن وجود الكثير من حرية التصرف. وقد قال النبي ص - م :
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لاَ يَهْتَمْ بِأُمُوْرِ اْلمُسْلِمِيْنَ
وبالتالي ، فإن الشعب للوحدة ووحدة المسلمين أن يكون أكثر قوة بعد مرور الكارثة ، ما اذا كنا نستطيع أن ندرك أن هناك دائما حكمة وراء كل الأحداث التي تبدو رهيبة. الكارثة هي اختبار للمسلمين ، وأنها لم تصبح مثل تصويررسول الله ص - م :
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
لأن هاأولئك الذين لقوا حتفهم في أنقاض يسقط شرط ، والغرق والحروق والولادة والموت في آلام في البطن هو المدرجة في فئة الاستشهادية ، لأنهم نازا وأن تظل راسخة الإيمان بالله
هذا هو ما يتعين علي أن أقول لكم قد يكون من المفيد لنا جميعا. ثم أخير الكلام
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

UCAPAN SELAMAT

PROFIL LANGUAGE LABORATORY MA. DARUL QUR'AN


BAGI ANTUM YANG KESULITAN DALAM MENTERJEMAHKAN KALIMAT KEDALAM BAHASA ASING, KAMI MENAWARKAN SOLUSI DAN JASA MENTERJEMAHKAN DALAM 3 BAHASA (INGGRIS, ARAB, DAN JEPANG)CUKUP ANDA MENGIRIMKAN KAMI TEKS DALAM BENTUK BAHASA INDONESIA, MAKA KAMI AKAN SEGERA MENTERJEMAHKANNYA. JANGAN LUPA MENGIRIMKAN ALAMAT E-MAIL ANDA. PENAWARAN INI DALAM RANGKA PROMO SITUS BLOG SEKOLAH KAMI YANG BARU DI BUKA. BURUAN SELAMA PROMO INI BERLAKU SAMPAI BULAN DESEMBER. TRIM'S

Minggu, 25 Oktober 2009

Profil MA. Darul Qur'an Bengkel




Madrasah Aliyah Darul Qur'an merupakan salah satu Lembaga di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Darul Qur'an Bengkel yang didirikan oleh Hadratus Syaikh Almarhum TGH.M. Shaleh Hambali. Lembaga ini berdiri sejak tahun 1989 pada waktu yang menjabat sebagai Kepala Pertama MA. Darul Qur'an adalah Drs. H. Achmad Izzi (1989 – 1990), selanjutnya tongkat estapet kepemimpinan dilanjutkan oleh GT. Usman (1990 – 2001), Drs. Suhaidi (2001 – 2008), dan H. Muhtasar, S.Pd. (2008 – sekarang).
Adapun status lembaga ini adalah TERAKRIDITASI No. 28/Akr.MA/B/IV / 2006 yang dalam perkembangannya MA.Darul Qur'an saat ini telah membuka 3 Jurusan yaitu Jurusan Bahsa, IPA, dan IPS dimana lembaga ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung diantaranya Perpustakaan, Laboratorium Bahasa 16 KBU, dan Laboratorium Komputer 10 KBU. Jumlah guru 34 orang sesuai dengan spesialisanya. Pada tahun ajaran 2008/2009 jumlah siswa 312 siswa dengan perincian masing-masing kelas X 3 kelas, kelas XI 3 kelas, dan kelas XII tiga kelas. Pada Tahun Ajaran 2008/2009 Lembaga ini meluluskan siswa baik mereka yang duduk di jurusan Bahasa, IPA, maupun IPS dengan tingkat kelulusan 100 %.
Kegiatan-kegiatan siswa :
1. Hari Jum'at IMTAQ diisi dengan Muhadlarah menggunakan 4 Bahasa (Indonesia, Inggris, Arab, dan Jepang)
2. Ekstrakulikuler diisi dengan Kepramukaan, Seni Bela Diri, dan Seni Baca Al-Qur'an
Prestasi yang pernah diraih antara lain :
1. Juara I MTQ Tingkat Pelajar se-Kabupaten Lombok Barat
2. Juara I MTQ Tingkat Pelajar Se-Provinsi NTB
3. Juara I Lomba Menulis Essai Tingkat Nasional
4. Juara I Lomba Pencak Silat Antar Pelajara Tingkat Provinsi
5. Juara I Lomba Gerak Jalan Indah Tingkat Pelajar se-Desa Bengkel
dan masih banyak prestasi-prestasi lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu
Di era kepemimpinan Drs. Suhaidi, Lembaga ini telah menjadi Induk Kelompok Kerja Madrasah (KKM) yang menaungi kurang lebih 9 madrasah tingkat Aliyah meliputi wilayah kecamatan Labuapi, Kediri, dan Gerung.